Eustress, Distress, dan Neustress dalam Kesehatan Mental
Kesehatan mental menjadi sangat penting di era modern yang serba cepat dan penuh tekanan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan mental adalah stres. Stres sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di mana tuntutan hidup semakin kompleks dan stres menjadi hal yang kerap dialami. Stres merupakan respon tubuh terhadap berbagai situasi yang menantang atau memerlukan penyesuaian. Namun, tidak semua stres memberikan dampak negatif pada kesehatan mental. Ada tiga jenis stres yang perlu dipahami yaitu eustress, distress, dan neustress.
Eustress adalah jenis stres yang memberikan dampak positif pada kesehatan mental. Eustress dapat mendorong seseorang untuk melakukan lebih banyak tugas dan mencapai tujuan yang lebih tinggi. Misalnya, ketika seorang mahasiswa menyelesaikan tugas akhir atau ketika seorang atlet memenangkan kompetisi. Eustress mampu meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi yang diperlukan untuk meraih sukses.
Sementara itu, distress adalah jenis stres yang memberikan dampak negatif pada kesehatan mental. Distress dapat terjadi ketika seseorang mengalami tekanan dari masalah keuangan, pekerjaan, atau hubungan. Distress mampu memicu berbagai masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD).
Kemudian, neustress adalah jenis stres yang netral atau tidak berdampak pada kesehatan mental. Neustress muncul ketika seseorang mengalami situasi yang sangat menyenangkan tetapi tidak memerlukan adanya penyesuaian. Sebagai contoh, ketika seseorang berlibur atau belajar hobi baru. Neustress tidak memberikan dampak buruk maupun baik pada kesehatan mental.
Studi tentang jenis stres telah dilakukan oleh para ahli kesehatan mental untuk membantu masyarakat memahami betul dampak stres dan bagaimana cara menghindari stres yang merugikan. Cara terbaik untuk menghindari distress adalah dengan memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan dan waktu bersantai, menjaga kualitas tidur, serta memperhatikan pola makan dan olahraga teratur.
Dalam menghadapi eustress, caranya adalah dengan menjaga keseimbangan dan menghindari beban kerja yang terlalu berlebihan. Memiliki waktu luang untuk bersantai atau melakukan aktivitas yang menyenangkan juga menjadi hal yang penting dalam menjaga kesehatan mental saat menghadapi eustress.
Dalam kesimpulan, stres dapat memberikan dampak positif atau negatif pada kesehatan mental seseorang. Maka perlu diwaspadai jenis stres yang dirasakan dan dikelola dengan baik agar dapat memperoleh dampak yang positif pada kesehatan mental. Memahami jenis stres tersebut juga penting untuk membedakan mana stres yang merugikan dan yang tidak merugikan.
Sumber rujukan:
- Selye, H. (1976). The stress of my life: A scientist's memoirs. Van Nostrand Reinhold.
- Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer publishing company.
- Cohen, S., Janicki-Deverts, D., & Miller, G. E. (2007). Psychological stress and disease. Jama, 298(14), 1685-1687.
Disusun oleh: Nurul Hilal Ayyidar, S.Pd., M.Kom, C.H., C.Ht. Prof., C.I.
Kang Hilal adalah Terapis Holistik Profesional tersertifikasi yang memiliki keahlian dalam Hipnoterapi, NLP, dan Terapi Fisik (Totok Punggung & Syaraf). Beliau fokus memberikan dukungan komplementer untuk penyembuhan mental dan fisik. [Baca Profil Lengkap Kang Hilal & Disclaimer Medis di sini]