Mau Tau Tentang Overthinking ?
Perasaan gelisah dan cemas selalu menjadi teman setia bagi mereka yang cenderung berpikir terlalu banyak. Overthinking atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai pikiran yang berlebihan, adalah keadaan dimana seseorang memikirkan suatu hal berulang-ulang tanpa henti, bahkan ketatau yang biasa disebut dengan overthinking. Para overthinker ini selalu terdorong untuk memikirkan segala kemungkinan yang terjadi dalam setiap situasi, bahkan jika situasi tersebut tidak perlu dipikirkan. Mereka dapat menghabiskan berjam-jam, bahkan berhari-hari dalam fikirannya sendiri, memutar-mutar pikiran dalam kepalanya hingga membuatnya menjadi lelah dan tidak produktif.
Tentu saja, overthinking tidak selalu buruk. Dalam beberapa kasus, overthinking dapat membantu seseorang untuk merencanakan dan mengantisipasi segala kemungkinan yang muncul. Namun, ketika overthinking menjadi kebiasaan yang tidak bisa dihentikan, maka hal tersebut dapat menjadi masalah. Terlebih lagi, jika overthinking dilakukan terus-menerus, maka hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik.
Salah satu hal yang membuat overthinking sulit untuk dihentikan adalah karena kecenderungannya untuk bersifat rutin. Overthinker menganggap bahwa mereka berpikir terlalu banyak sebagai cara untuk mengatasi rasa cemas dan takut yang mereka rasakan. Mereka merasa bahwa dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang muncul, mereka dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Namun, kebanyakan dari ketakutan dan kecemasannya hanyalah suatu ilusi belaka.
Cara terbaik untuk mengatasi overthinking adalah dengan mempraktekkan mindfulness atau secara harfiah bermaksud menjadi sadar akan keadaan saat ini dan menjalani hidup dengan sengaja. Mindfulness akan membantu seseorang untuk fokus pada saat ini, bukan pada apa yang telah terjadi atau apa yang mungkin terjadi di masa depan. Mindfulness juga membantu memecahkan siklus pikiran yang berulang-ulang dan membuka pikiran seseorang untuk menerima segala kemungkinan yang terjadi, bukan hanya satu kemungkinan yang sama.
Selain itu, untuk mengatasi overthinking, seseorang juga perlu mempelajari teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan. Teknik-relaksasi ini akan membantu untuk meredakan rasa cemas dan membantu seseorang untuk fokus pada saat ini. Selain itu, dapat membantu menjaga keseimbangan hormon sehingga dapat menurunkan tingkat stres.
Menulis jurnal atau diary juga dapat membantu dalam mengatasi overthinking. Ketika seseorang menulis tentang pikirannya, maka hal tersebut bisa membantunya untuk memecahkan siklus pikiran yang berulang-ulang. Tulisan-tulisan di jurnal tersebut juga bisa membantu untuk mengenali pola pikir dan memperbaikinya. Seseorang dapat menulis tentang situasi atau perasaannya dan mencoba mencari solusi yang paling tepat.
Overthinking dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang jika dibiarkan terus-menerus. Seseorang yang overthinking negatif atau kecenderungannya untuk berfikir buruk terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Hal ini dapat membuat seseorang merasa frustasi dan kecewa terhadap diri sendiri. Seiring berjalannya waktu, rasa cemas dan depresi dapat muncul dan menjadi masalah yang serius.
Overthinking cenderung dibawa oleh orang yang merasa sulit untuk melepaskan sesuatu karena rasa takut kehilangan. Sedangkan untuk mengatasi rasa takut, seseorang harus mempercayakan takdirnya pada Tuhan. Melepaskan dan mempercayakan akan memberikan keseimbangan pada diri sendiri dan mengurangi tingkat stres.
Terakhir, untuk mengatasi overthinking, seseorang perlu mengubah cara pandangnya terhadap situasi. Sebagai contoh, jika seseorang merasa takut atau cemas saat menghadapi situasi sulit, maka dia harus memandang situasi tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh, bukan sebuah ancaman.
Overthinking memang sulit untuk dihentikan, terutama jika sudah menjadi kebiasaan yang sulit diubah. Namun, dengan mengubah cara pandang dan mempraktekkan teknik relaksasi dan mindfulness, seseorang dapat mengurangi tingkat kecemasannya dan memecahkan siklus pikiran yang berulang-ulang. Selain itu, seseorang juga harus percaya pada dirinya sendiri dan mempercayakan takdirnya pada Tuhan sehingga ia dapat merasa tenang dan damai dalam menjalani hidupnya.
Disusun oleh: Nurul Hilal Ayyidar, S.Pd., M.Kom, C.H., C.Ht. Prof., C.I.
Kang Hilal adalah Terapis Holistik Profesional tersertifikasi yang memiliki keahlian dalam Hipnoterapi, NLP, dan Terapi Fisik (Totok Punggung & Syaraf). Beliau fokus memberikan dukungan komplementer untuk penyembuhan mental dan fisik. [Baca Profil Lengkap Kang Hilal & Disclaimer Medis di sini]