Narsistik: Mengungkap Misteri Kepribadian Narsistik yang Mengejutkan! - ENHA THERAPY - HIPNOTERAPI KUDUS, PAKAR HIPNOTERAPI, , TOTOK PUNGGUNG, TOTOK PUNGGUNG KUDUS
Konsultasi Gratis

Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Narsistik: Mengungkap Misteri Kepribadian Narsistik yang Mengejutkan!

    Narsistik: Apa Itu, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

    Narsistik adalah suatu kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa cinta berlebihan terhadap diri sendiri, keinginan untuk dikagumi dan mendapat perhatian lebih dari orang lain, serta kurangnya empati terhadap perasaan atau kebutuhan orang lain. Narsistik dapat menyebabkan seseorang menjadi egois, sombong, arogan, dan menganggap dirinya lebih baik dari orang lain. Narsistik juga dapat menimbulkan masalah dalam hubungan sosial, pekerjaan, atau kesehatan mental.

    Apa Itu Narsistik?

    Narsistik berasal dari kata Narcissistic, yang diambil dari tokoh mitologi Yunani bernama Narcissus. Narcissus adalah seorang pemuda tampan yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri di kolam air. Ia begitu terpesona oleh kecantikannya sendiri sehingga tidak memperhatikan orang lain yang mencintainya. Akhirnya ia meninggal karena terlalu lama menatap bayangannya dan berubah menjadi bunga narsis.

    Narsistik adalah salah satu jenis gangguan kepribadian yang termasuk dalam kelompok B bersama dengan antisosial, borderline, dan histrionik. Gangguan kepribadian adalah pola pikir, perasaan, dan perilaku yang menyimpang dari norma sosial atau budaya dan menimbulkan kesulitan dalam beradaptasi atau berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.

    Narsistik ditandai dengan adanya lima atau lebih gejala berikut:

    • Memiliki rasa percaya diri yang berlebihan dan merasa superior atau istimewa
    • Mengharapkan pengakuan atau pujian secara berlebihan dan terus-menerus
    • Menganggap diri sendiri sebagai orang yang unik dan hanya dapat dimengerti oleh orang-orang tertentu
    • Memiliki fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kecantikan, atau pasangan yang ideal
    • Memanfaatkan atau mengeksploitasi orang lain untuk kepentingan diri sendiri
    • Tidak memiliki empati atau peduli terhadap perasaan atau kebutuhan orang lain
    • Merasa iri pada orang lain atau mengira orang lain iri padanya
    • Bersikap sombong, angkuh, atau arogan

    Narsistik biasanya mulai muncul pada masa remaja atau awal dewasa dan berlangsung seumur hidup. Penyebab narsistik belum diketahui secara pasti, tetapi diduga dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, dan neurobiologi. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami narsistik antara lain:

    • - Riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian narsistik
    • - Pola asuh orang tua yang terlalu memanjakan, menuntut, atau mengabaikan anak
    • - Pengalaman masa kecil yang traumatis, seperti penyiksaan atau pelecehan
    • - Kondisi sosial atau budaya yang mendorong individualisme atau materialisme

    Ciri-Ciri Narsistik

    Narsistik dapat dikenali dari ciri-ciri berikut:

    Mementingkan Diri Sendiri

    Orang dengan narsistik cenderung mementingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain. Mereka tidak peduli dengan perasaan atau kebutuhan orang lain, bahkan orang-orang terdekat mereka. Mereka juga tidak mau mendengarkan pendapat atau saran dari orang lain karena merasa bahwa mereka selalu benar dan tahu segalanya.

    Merasa Berhak

    Orang dengan narsistik merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus dan istimewa dari orang lain. Mereka mengharapkan agar orang lain mematuhi keinginan atau permintaan mereka tanpa syarat. Mereka juga tidak mau mengakui kesalahan atau meminta maaf karena merasa tidak pernah salah.

    Menginginkan Pengakuan

    Orang dengan narsistik menginginkan pengakuan atau pujian secara berlebihan dan terus-menerus. Mereka sering membanggakan diri sendiri atau mencari perhatian dengan cara apapun. Mereka juga mudah tersinggung atau marah jika tidak mendapat perlakuan atau pujian yang diharapkan.

    Menganggap Diri Sendiri Sebagai Orang yang Unik

    Orang dengan narsistik menganggap diri sendiri sebagai orang yang unik dan hanya dapat dimengerti oleh orang-orang tertentu. Mereka merasa bahwa mereka memiliki bakat, kemampuan, atau pencapaian yang luar biasa. Mereka juga sering menghayal tentang kesuksesan, kekuasaan, kecantikan, atau pasangan yang ideal.

     Memanfaatkan Orang Lain

    Orang dengan narsistik memanfaatkan atau mengeksploitasi orang lain untuk kepentingan diri sendiri. Mereka tidak segan-segan menggunakan tipu daya, manipulasi, atau ancaman untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mereka juga tidak merasa bersalah atau menyesal atas tindakan mereka.

    Tidak Memiliki Empati

    Orang dengan narsistik tidak memiliki empati atau peduli terhadap perasaan atau kebutuhan orang lain. Mereka tidak mampu merasakan atau memahami apa yang dirasakan atau dialami orang lain. Mereka juga tidak mau membantu atau mendukung orang lain yang sedang mengalami masalah.

    Merasa Iri

    Orang dengan narsistik merasa iri pada orang lain yang memiliki sesuatu yang mereka inginkan atau anggap lebih baik dari mereka. Mereka juga mengira bahwa orang lain iri padanya karena merasa bahwa mereka memiliki sesuatu yang istimewa. Mereka sering meremehkan atau mencela orang lain untuk menutupi rasa iri mereka.

    Bersikap Sombong

    Orang dengan narsistik bersikap sombong, angkuh, atau arogan. Mereka merasa bahwa mereka lebih baik dari orang lain dan berhak mendapatkan perlakuan khusus. Mereka juga sering menunjukkan sikap rendah hati palsu atau pura-pura rendah diri untuk mendapatkan simpati atau pujian dari orang lain.

    Cara Mengatasi Narsistik

    Narsistik adalah gangguan kepribadian yang sulit diobati karena penderitanya biasanya tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah dan tidak mau mencari bantuan profesional. Namun, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi narsistik, antara lain:

    • Menyadari dan mengakui bahwa ada masalah dengan diri sendiri
    • Belajar menerima kritik atau umpan balik dari orang lain secara positif
    • Belajar menghargai dan menghormati perasaan atau kebutuhan orang lain
    • Belajar berempati dan membantu orang lain yang membutuhkan
    • Belajar bersyukur dan menghargai apa yang dimiliki
    • Belajar berpikir realistis dan tidak terlalu menghayal
    • Belajar mengendalikan emosi dan perilaku yang negatif
    • Belajar bekerja sama dan kompromi dengan orang lain
    • Mencari bantuan profesional jika perlu, seperti dokter, psikolog, atau konselor

    Kesimpulan

    Narsistik adalah suatu kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa cinta berlebihan terhadap diri sendiri, keinginan untuk dikagumi dan mendapat perhatian lebih dari orang lain, serta kurangnya empati terhadap perasaan atau kebutuhan orang lain. Narsistik dapat menyebabkan seseorang menjadi egois, sombong, arogan, dan menganggap dirinya lebih baik dari orang lain. Narsistik juga dapat menimbulkan masalah dalam hubungan sosial, pekerjaan, atau kesehatan mental. Untuk mengatasi narsistik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain menyadari dan mengakui bahwa ada masalah dengan diri sendiri, belajar menerima kritik atau umpan balik.


    Ditulis oleh: Nurul Hilal Ayyidar, S.Pd., M.Kom, C.H., C.Ht. Prof., C.I.

    Kang Hilal adalah Terapis Holistik Profesional tersertifikasi yang memiliki keahlian dalam Hipnoterapi, NLP, dan Terapi Fisik (Totok Punggung & Syaraf). Beliau fokus memberikan dukungan komplementer untuk penyembuhan mental dan fisik. [Baca Profil Lengkap Kang Hilal &  Disclaimer Medis di sini]

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728