Bagaimana Alam Bawah Sadar Membentuk Kepribadian Manusia? Memahami Teori Kepribadian Freud - ENHA THERAPY - HIPNOTERAPI KUDUS, PAKAR HIPNOTERAPI, , TOTOK PUNGGUNG, TOTOK PUNGGUNG KUDUS
Konsultasi Gratis

Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Bagaimana Alam Bawah Sadar Membentuk Kepribadian Manusia? Memahami Teori Kepribadian Freud

    Bagaimana Alam Bawah Sadar Membentuk Kepribadian Manusia? Memahami Teori Kepribadian Freud


    Pernahkah Anda merasa sulit mengatasi konflik batin dalam pikiran Anda? Terkadang, masalah ini malah membuat situasi semakin rumit, meningkatkan tingkat stres, dan membuat kita merasa bingung mengapa kita memiliki sikap tertentu. Masalah semacam ini telah dikaji oleh seorang ahli psikologi Austria, Sigmund Freud. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan mengapa kita seringkali kesulitan menghadapi realitas berdasarkan teori kepribadian Freud.

    Sigmund Freud: Bapak Psikoanalisis

    Sigmund Freud adalah seorang psikolog asal Austria yang lahir pada tahun 1850. Ia dikenal sebagai penemu dan bapak dari aliran psikoanalisis, sebuah aliran psikologi klasik yang masih banyak dipakai oleh banyak psikolog dan terapis hingga saat ini. Aliran ini adalah salah satu yang paling populer pada zamannya dan merupakan salah satu prestasi terbesar dalam bidang psikologi.

    Apa Itu Psikoanalisis?

    Psikoanalisis adalah aliran psikologi yang percaya bahwa setiap manusia memiliki pikiran, perasaan, keinginan, dan ingatan yang tidak kita sadari secara langsung. Ini berarti bahwa setiap individu memiliki alam bawah sadar yang memengaruhi perilaku mereka. Freud percaya bahwa semua tindakan yang kita lakukan berasal dari alam bawah sadar ini.

    Komponen-Komponen Kepribadian

    Kepribadian manusia menurut Freud terdiri dari tiga komponen yang selalu berkonflik dan berdinamika. Ketiga komponen ini adalah:

    • Id (Nafsu Primitif): Id adalah komponen yang mewakili dorongan-dorongan primitif dalam diri kita. Ini adalah bagian dari kepribadian yang cenderung untuk memuaskan nafsu terdalam tanpa memperhatikan nilai, norma, atau aturan sosial.
    • Ego (Pengendali): Ego berfungsi sebagai penghubung antara Id dan Superego. Ini mencoba menyeimbangkan keinginan nafsu dan nilai serta norma masyarakat. Ego adalah komponen yang kita kendalikan.
    • Superego (Pikiran tentang Benar dan Salah): Superego adalah bagian dari kepribadian yang mewakili nilai dan norma yang telah kita pelajari melalui perkataan orang tua, aturan masyarakat, dan hukum. Superego berfungsi untuk mengendalikan perilaku agar sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Konflik Batin

    Konflik batin seringkali terjadi ketika Id dan Superego berlawanan. Ketika kita menghadapi situasi di mana keinginan nafsu bertentangan dengan nilai dan norma yang kita anut, ini bisa menyebabkan konflik batin. Misalnya, saat kita ingin melakukan sesuatu yang mungkin dianggap tidak etis oleh masyarakat, konflik antara Id dan Superego terjadi.

    Dua Tipe Kepribadian

    Menurut Freud, gabungan dari tiga komponen kepribadian ini menghasilkan dua tipe orang:

    • Orang yang Mampu Menghadapi Realitas: Mereka yang memiliki Ego yang kuat dan cenderung dapat mengatasi realitas dengan baik. Mereka memiliki kemampuan untuk menemukan solusi yang tepat untuk masalah-masalah mereka.
    • Orang yang Sulit Menghadapi Realitas: Mereka yang memiliki Ego yang lemah dan cenderung kesulitan mengatasi realitas. Mereka cenderung impulsif dan mudah stres.

    Masa Kanak-Kanak dan Kepribadian

    Penting untuk dicatat bahwa pengalaman masa kanak-kanak memainkan peran penting dalam pembentukan kepribadian. Masa ini adalah waktu di mana Ego belajar beradaptasi dengan realitas. Jika pengalaman masa kecil tidak ideal atau tidak mendukung perkembangan Ego yang sehat, ini dapat menyebabkan masalah kepribadian di masa dewasa.

    Memperkuat Ego Anda

    Bagaimana Anda dapat memperkuat Ego Anda agar lebih baik menghadapi kenyataan? Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

    • Kenali Pengalaman Masa Kecil Anda: Cobalah untuk memahami bagaimana pengalaman masa kecil Anda memengaruhi perkembangan kepribadian Anda.
    • Ceritakan Pengalaman Anda: Berbicara tentang pengalaman Anda kepada orang lain atau seorang profesional dapat membantu Anda menyalurkan kecemasan dan mengurangi stres.
    • Pahami Defense Mechanism Anda: Belajar mengenali dan mengatasi kebiasaan defense mechanism yang mungkin buruk bagi Anda.

    Mengakhiri Konflik Batin

    Dengan pemahaman tentang teori kepribadian Freud, Anda dapat mulai mengatasi konflik batin Anda dan memperkuat Ego Anda untuk menghadapi kenyataan dengan lebih baik. Penting untuk diingat bahwa psikoterapi dan konseling juga dapat menjadi solusi bagi mereka yang merasa kesulitan mengatasi masalah kepribadian mereka. Jadi, jika Anda merasa perlu, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional untuk memahami diri Anda lebih dalam dan mengatasi masalah kepribadian Anda.

    Semoga artikel ini membantu Anda memahami bagaimana alam bawah sadar membentuk kepribadian manusia berdasarkan teori kepribadian Freud.

    Ditulis oleh: Nurul Hilal Ayyidar, S.Pd., M.Kom, C.H., C.Ht. Prof., C.I.

    Kang Hilal adalah Terapis Holistik Profesional tersertifikasi yang memiliki keahlian dalam Hipnoterapi, NLP, dan Terapi Fisik (Totok Punggung & Syaraf). Beliau fokus memberikan dukungan komplementer untuk penyembuhan mental dan fisik. [Baca Profil Lengkap Kang Hilal &  Disclaimer Medis di sini]

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728