Mengembangkan Kesehatan Mental ala Karen Horney: Mengatasi Ketidakamanan dan Overthinking dengan Psikologi - ENHA THERAPY - HIPNOTERAPI KUDUS, PAKAR HIPNOTERAPI, , TOTOK PUNGGUNG, TOTOK PUNGGUNG KUDUS
Konsultasi Gratis

Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Mengembangkan Kesehatan Mental ala Karen Horney: Mengatasi Ketidakamanan dan Overthinking dengan Psikologi

    Mengembangkan Kesehatan Mental ala Karen Horney: Mengatasi Ketidakamanan dan Overthinking dengan Psikologi


    Apakah Anda pernah merasa bahwa di luar sana, banyak orang yang tampak lebih sedih, lebih stres, atau lebih negatif daripada Anda? Fakta ini kadang-kadang membuat kita merasa seharusnya kita bahagia, tetapi mengapa kita sering tidak merasa begitu? Banyak dari kita mencoba berpikir positif untuk mencapai kebahagiaan, tetapi apa yang terjadi ketika itu tidak berhasil? Dalam video ini, kami akan menjelaskan cara mengatur pola pikir Anda agar menjadi lebih tepat, sehingga kita semua bisa mencapai kebahagiaan.

    Kata "Seharusnya" dan Beban Ekspektasi

    Salah satu kata yang seringkali kita gunakan adalah "seharusnya." Ini adalah kata yang bisa menjadi beban ekspektasi yang berat. Kata ini bisa membuat kita berharap untuk mencapai 100% dan ketika itu tidak terjadi, kita merasa kecewa. Menurut ahli psikologi, salah satu bahaya dari kata "seharusnya" adalah bahwa itu dapat membuat kita merasa seperti semua orang menuntut kita untuk melakukan sesuatu. Contohnya, Anda mungkin berpikir, "Saya seharusnya tidak merasa stres" atau "Saya seharusnya bahagia." Kata "seharusnya" ini dapat menciptakan ekspektasi yang tidak realistis.

    Teori Tirani "Seharusnya"

    Karen Horney, seorang psikolog terkenal dari Jerman, mengembangkan konsep "Tirani Seharusnya." Dalam teori ini, Horney berbicara tentang dua sisi dalam diri manusia. Salah satunya adalah sisi ideal, yang mencakup harapan, impian, dan tujuan yang ingin kita capai. Sisi lainnya adalah diri sebenarnya, yang memiliki kelebihan dan kelemahan kita. Diri ideal adalah sosok yang ingin kita capai, sementara diri sebenarnya adalah yang kita adalah saat ini. Masalahnya terjadi ketika kita tidak bisa membedakan antara kedua sisi ini. Ketika kita merasa bahwa diri seharusnya seperti diri ideal, itulah saat ketidakamanan dan overthinking muncul.

    Kecenderungan untuk Insecure dan Overthinking

    Orang yang cenderung insecure dan sering overthinking seringkali menetapkan target yang tinggi dan tidak realistis. Ketika mereka tidak bisa mencapai target ini, mereka merasa buruk tentang diri mereka sendiri dan merasa bahwa mereka adalah "gagal." Mereka merasa bahwa mereka tidak akan pernah bisa mencapai diri ideal mereka, padahal keduanya adalah bagian dari satu kesatuan. Karen Horney menemukan bahwa orang-orang ini cenderung merasa bahwa diri mereka adalah sosok yang gagal dan tidak berguna.

    Mengatasi Beban "Seharusnya"

    Bagaimana cara mengatasi beban kata "seharusnya" ini? Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

    1. Pahami Kata "Seharusnya": Ketika kata "seharusnya" muncul dalam pikiran Anda, pertanyakan mengapa Anda merasa demikian. Cobalah untuk memahami apa yang sebenarnya Anda inginkan.

    2. Ubah Kata "Seharusnya": Gantilah kata "seharusnya" dengan kata-kata seperti "saya ingin" atau "saya bisa." Contohnya, daripada mengatakan "Saya seharusnya tidak merasa stres," Anda dapat mengatakan, "Saya ingin merasa lebih tenang."

    3. Cari Bantuan Profesional: Jika Anda merasa kesulitan mengatasi beban "seharusnya" ini, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari seorang profesional atau mentor. Mereka dapat membantu Anda memahami mengapa kata "seharusnya" ini muncul dalam pikiran Anda dan memberikan panduan yang tepat.

    Kesimpulan

    Mengatasi kata "seharusnya" adalah langkah pertama menuju kesehatan mental yang lebih baik. Dengan memahami bahwa kedua sisi, yaitu diri ideal dan diri sebenarnya, adalah bagian dari diri kita yang utuh, kita dapat menghindari jatuh ke dalam perangkap ketidakamanan dan overthinking. Ingatlah bahwa tidak ada solusi tunggal yang cocok untuk semua orang, dan jika Anda merasa kesulitan, selalu ada bantuan yang tersedia. Semoga informasi ini bermanfaat dalam perjalanan Anda menuju kesehatan mental yang lebih baik.


    Ditulis oleh: Nurul Hilal Ayyidar, S.Pd., M.Kom, C.H., C.Ht. Prof., C.I.

    Kang Hilal adalah Terapis Holistik Profesional tersertifikasi yang memiliki keahlian dalam Hipnoterapi, NLP, dan Terapi Fisik (Totok Punggung & Syaraf). Beliau fokus memberikan dukungan komplementer untuk penyembuhan mental dan fisik. [Baca Profil Lengkap Kang Hilal &  Disclaimer Medis di sini]

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728