TOTOK PUNGGUNG DALAM KACAMATA MEDIS: MENGAPA SENTUHAN KULIT DI PUNGGUNG BISA MENYEMBUHKAN ORGAN DALAM
TOTOK PUNGGUNG DALAM KACAMATA MEDIS: MENGAPA SENTUHAN KULIT DI PUNGGUNG BISA MENYEMBUHKAN ORGAN DALAM
Oleh: Nurul Hilal Ayyidar Sumber Ahli: dr. Ola Prianti (Praktisi Totok Punggung/Ketua IDI Solok)
Dalam dunia terapi holistik, Totok Punggung (TP) seringkali dipandang sebagai metode pijat biasa. Namun, dari sudut pandang medis yang mendalam, terapi ini jauh lebih revolusioner. Dr. Ola Prianti, seorang praktisi medis yang juga mendalami Totok Punggung, mengungkapkan bahwa TP bekerja melalui mekanisme saraf dan hormonal yang sangat canggih, dimulai dari permukaan tubuh yang paling mudah diakses: kulit.
Artikel profesional ini, yang disusun berdasarkan tinjauan ilmiah (EEAT) dan disarikan dari kajian Dr. Ola Prianti, akan membedah secara rinci bagaimana rangsangan sederhana pada kulit di punggung dapat memicu perbaikan besar pada organ internal, bahkan mampu mengeluarkan hormon penyembuhan alami tubuh.
1. Kulit: Gerbang Utama menuju Sistem Organ Internal
Apa yang sebenarnya dirangsang oleh Totok Punggung? Jawabannya adalah sistem jaringan tubuh, dimulai dari kulit.
Jika kita melihat penampang kulit, lapisan paling luar yang disentuh oleh jari terapis adalah epidermis. Di bawahnya, terdapat jaringan ikat, yang terdiri dari berbagai sel dan matriks, termasuk jaringan lemak. Jaringan ikat inilah yang memegang kunci korelasinya dengan penyembuhan organ internal.
Untuk memahami fenomena ini, Dr. Ola Prianti mengajak kita menilik sejarah terapi fisik yang disebut Connective Tissue Massage (CTM), atau pijat jaringan ikat.
2. Kisah Elizabeth Dicke: Penemuan Revolusioner pada Jaringan Ikat
Ilmu tentang koneksi kulit dan organ dalam bukanlah hal baru; ia telah dikaji sejak lama. CTM ditemukan oleh seorang fisioterapis bernama Elizabeth Dicke pada tahun 1929. Kisahnya adalah bukti nyata kekuatan self-healing yang terpicu oleh sentuhan:
Krisis Kesehatan Dicke: Dicke mengalami gangguan sirkulasi darah parah pada kaki hingga menghitam, yang membuat ia dipersiapkan untuk amputasi. Selain itu, ia juga menderita nyeri pinggang bawah (Low Back Pain/LBP) yang hebat.
Penemuan Tak Terduga: Dalam kondisi terbaring, ia meraba-raba tubuhnya yang sakit. Dicke merasakan adanya ketegangan dan perlengketan pada kulit dan jaringan di sekitar tulang panggul (sacrum dan crista iliaca).
Tindakan Sederhana: Ia mencoba mengurangi ketegangan itu dengan menekan-nekan dan meraba-raba daerah yang kaku. Awalnya terasa nyeri hebat, tetapi setelah tekanan itu, ketegangan kulit berkurang, nyeri pinggangnya mereda, dan yang paling mengejutkan: ia merasakan munculnya rasa hangat di kaki yang sakit!
Hasil Akhir: Dicke melanjutkan eksplorasi palpasi (perabaan) pada area yang kaku di pinggang hingga paha. Dalam waktu tiga bulan, keluhannya hilang, dan kakinya tidak jadi diamputasi.
3. Jaringan Saraf: Pusat Komunikasi Kulit dan Organ
Dari penelitian Dicke, dan kemudian diperkuat oleh ilmuwan lain seperti Dr. Henry, ditemukan kesimpulan yang sangat mendasar dan penting:
Ujung saraf dari hampir semua organ internal tubuh ternyata memiliki proyeksi atau koneksi di kulit.
Saat organ internal (seperti jantung, ginjal, atau lambung) mengalami sakit atau disfungsi, ujung saraf di organ tersebut mengirimkan sinyal ke otak.
Sinyal ini kemudian menyebabkan ujung saraf yang bersambungan di kulit mengalami ketegangan (kejang). Inilah yang dirasakan oleh terapis TP sebagai kekakuan, gumpalan lemak, atau sensasi kulit buaya di punggung pasien.
Teori ini menjelaskan mengapa menotok area punggung terasa sangat nyeri pada pasien yang organ dalamnya bermasalah (misalnya, pasien yang akan dipasang cincin jantung atau yang mengalami kolik ginjal). Nyeri itu bukan karena sentuhan yang keras, melainkan karena ujung saraf di bawah kulit sudah dalam kondisi kejang hebat, sensitif terhadap sentuhan sekecil apa pun.
4. Totok Punggung: Menggetarkan Jaringan, Mengaktifkan Hormon
Totok Punggung adalah versi lanjutan dan terfokus dari prinsip CTM, yang hanya bekerja di area punggung. Namun, TP melakukan lebih dari sekadar melenturkan saraf atau mengurai lemak.
Fungsi Utama Getaran TP:
Melenturkan Saraf: Getaran pada jaringan ikat di punggung (di pinggir tulang besar: tulang punggung, tulang belikat, dan tulang panggul) melenturkan ujung saraf yang kejang, sehingga mengirimkan sinyal relaksasi ke organ internal yang terhubung.
Mengeluarkan Hormon Optimal: Getaran yang dihasilkan oleh jari terapis ternyata merangsang tubuh mengeluarkan berbagai hormon dan zat penyembuhan alami secara optimal. Hormon ini bekerja secara sistemik ke seluruh tubuh.
Dua Hormon Kunci yang Dipicu TP:
A. Endorfin (Penghilang Nyeri Alami)
Endorfin adalah morfin alami tubuh. Hormon ini keluar saat kita tertawa atau mengalami hal-hal yang menyenangkan. Fungsi Endorfin setelah TP:
Penenang: Menurunkan stres dan ketegangan mental.
Peningkatan Fungsi Organ: Membantu memijat jantung dan paru-paru.
Peningkatan Oksigen: Meningkatkan kadar oksigen dalam darah.
Relaksasi Total: Melemaskan otot, meringankan konstipasi, dan menurunkan tekanan darah.
B. Prostaglandin (Regulator Vital)
Prostaglandin adalah kelompok senyawa lipid yang memiliki efek seperti hormon di berbagai sistem tubuh, dan dikeluarkan sesuai kebutuhan tubuh. Fungsi Prostaglandin setelah TP:
Kontraksi Rahim: Penting untuk persalinan yang lancar, yang menjelaskan mengapa TP dapat membantu ibu hamil bersalin normal (karena prostaglandin keluar sesuai kebutuhan).
Pengendalian Perdarahan: Mempercepat pembekuan darah pada luka.
Pelindung Lambung: Prostaglandin melindungi dinding lambung. Ini menjawab pertanyaan penting: Apa hubungannya lambung di depan dengan Totok Punggung di belakang? Jawabannya, melalui pelepasan prostaglandin inilah TP mampu menyembuhkan Maag atau Gastritis, karena saraf di punggung menggetarkan hormon pelindung lambung.
5. Mengapa Totok Punggung Lebih Efektif dari Pijat Biasa?
Dr. Ola Prianti menekankan dua hal penting yang membedakan TP:
Fokus di Pinggir Tulang: TP hanya bekerja pada pinggir tulang besar di punggung. Ini memastikan fokus pada jaringan ikat dan jalur saraf, bukan pada otot atau sela-sela tulang kecil.
Getaran Bukan Urutan: Inti TP adalah getaran, bukan urutan. Dr. Ola Prianti menjelaskan bahwa getaran inilah yang menciptakan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan melalui jari-jari terapis. Gelombang inilah yang bekerja jauh ke dalam, merangsang saraf yang letaknya jauh di tulang punggung, dan memicu pelepasan hormon. Inilah mengapa TP lebih optimal dilakukan dengan jari daripada alat.
Totok Punggung adalah intervensi cerdas yang mengoptimalkan sistem penyembuhan alami tubuh melalui rangsangan kulit dan saraf, membuktikan bahwa sentuhan di permukaan dapat memicu revolusi kesehatan di kedalaman organ.
📣 Promosi Layanan Kesehatan di Kudus
Jika Anda tinggal di Kudus dan ingin mengaktifkan kembali hormon penyembuhan alami tubuh Anda, serta merasakan manfaat Totok Punggung yang fokus pada pemulihan sistemik:
ENHA THERAPY
Layanan: Terapi Totok Punggung profesional.
Lokasi: Desa Tumpang Krasak, Jati, Kudus.
Dapatkan penanganan yang didasarkan pada pemahaman ilmiah dan teknik getaran optimal untuk kesehatan menyeluruh.
