Mengenal Sifat People Pleaser dan Dampaknya Pada Kesehatan Mental
Setiap orang memilikikeinginan untuk dicintai dan diterima oleh orang lain. Namun, terkadang ada orang yang rela melakukan apa saja demi kesenangan dan persetujuan orang lain. Sifat ini dikenal dengan istilah People Pleaser atau pengemar kepuasan orang lain. Beberapa orang yang mengalami sifat ini tidak menyadari bahwa perilaku mereka ini bisa berdampak buruk pada diri mereka sendiri dan orang lain.
Sebagai seorang People Pleaser, seseorang cenderung selalu berusaha untuk membuat orang lain senang. Mereka akan rela melakukan apapun yang diminta oleh orang lain hanya untuk mendapatkan persetujuan dan pujian. Sifat ini pada awalnya terlihat positif, namun seiring waktu dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan mental seseorang.
Sifat People Pleaser dapat diidentifikasi dari beberapa tanda yang sering muncul, seperti sulit menolak permintaan orang lain, takut membuat orang lain marah atau kecewa, menolak konfrontasi dan sering kali mengabaikan kebutuhan dan keinginan pribadi demi orang lain. Sifat ini terkadang juga dapat muncul akibat pengalaman trauma masa lalu, seperti pengabaian atau penolakan dari orang yang penting dalam hidupnya.
Dampak dari sifat People Pleaser ini pada kesehatan mental dapat berupa perasaan cemas, merasa tidak berharga, kecemasan sosial dan depresi. Dalam jangka panjang, ketika orang tersebut tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri, dapat menyebabkan kelelahan mental atau burnout. Hal ini dapat mengganggu hubungan interpersonal, karir, dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Sebagai konsekuensi, penderita sifat People Pleaser kadang merasa terisolasi dan kesepian, meskipun mereka selalu berada di sekeliling orang lain. Mereka juga cenderung mengalami stres kronis akibat beban yang mereka pikul untuk selalu menyenangkan orang lain. Namun, bukan berarti di seluruh hal sifat ini buruk, karena pada beberapa aspek kehidupan terkadang sifat ini menghasilkan sesuatu yang positif dalam hubungan sosial, terutama dalam pekerjaan tim.
Untuk mengatasi hal ini, penderita sifat People Pleaser perlu diberikan kesempatan untuk mengelola kebutuhan dan keinginan mereka sendiri. Menjaga kebiasaan sehat seperti olahraga dan meditasi, memperkuat koneksi sosial, dan mencari bantuan dari terapis dapat membantu mengurangi dampak negatif dari sifat ini. Dalam konteks terapi, kognitif behavioral therapy juga telah terbukti efektif untuk membantu seseorang dengan sifat People Pleaser untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan belajar untuk menempatkan diri mereka terlebih dahulu.
Dalam penelitian, ditemukan bahwa lebih dari setengah dari jumlah individu yang mengalami masalah kesehatan mental juga mengalami sifat People Pleaser. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran tentang sifat ini dan peran penting yang dimainkan oleh orang-orang terdekat yang mampu memberikan dukungan dan bantuan kepada mereka yang mengalami sifat ini.
Kesimpulannya, sifat People Pleaser dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental seseorang. Jangan ragu untuk mencari bantuan atau dukungan dari orang terdekat dan profesional di bidang kesehatan mental untuk mengatasi sifat ini. Orang yang disebut penderita People Pleaser juga harus belajar untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan orang lain untuk memastikan kesejahteraan yang optimal.
Disusun oleh: Nurul Hilal Ayyidar, S.Pd., M.Kom, C.H., C.Ht. Prof., C.I.
Kang Hilal adalah Terapis Holistik Profesional tersertifikasi yang memiliki keahlian dalam Hipnoterapi, NLP, dan Terapi Fisik (Totok Punggung & Syaraf). Beliau fokus memberikan dukungan komplementer untuk penyembuhan mental dan fisik. [Baca Profil Lengkap Kang Hilal & Disclaimer Medis di sini]