Sering Merasa Emosi Berlebihan? Ini Gangguan Psikologis yang Perlu Diwaspadai - ENHA THERAPY - HIPNOTERAPI KUDUS, PAKAR HIPNOTERAPI, , TOTOK PUNGGUNG, TOTOK PUNGGUNG KUDUS
Konsultasi Gratis

Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Sering Merasa Emosi Berlebihan? Ini Gangguan Psikologis yang Perlu Diwaspadai

    Sering Merasa Emosi Berlebihan? Ini Gangguan Psikologis yang Perlu Diwaspadai


    Emosi adalah bagian alami dari kehidupan kita, tetapi ada saat-saat di mana emosi kita bisa menjadi berlebihan dan sulit untuk dikendalikan. Fenomena ini dikenal dengan istilah "Histeria," dan pada zaman dahulu, ini dianggap sebagai kondisi medis umum. Bagi orang awam, histeria dapat dijelaskan sebagai perilaku emosional yang sangat intens dan sulit dikendalikan. Orang yang mengalami histeria seringkali kesulitan untuk mengatasi beban pikiran dan tekanan mental.

    Histeria dapat terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita, dan seringkali dimulai dengan gejala seperti depresi, malas, dan perasaan kesepian. Namun, berbagai faktor saat ini dapat menjadi penyebab seseorang mengalami histeria. Faktor-faktor ini termasuk aspek psikologis seperti depresi, perasaan kesepian, gangguan bipolar, masalah saraf, atau faktor neurologis. Penggunaan obat-obatan tertentu juga dapat mempengaruhi timbulnya histeria.

    Namun, beberapa faktor mungkin membuat seseorang lebih rentan terhadap histeria daripada yang lain:

    1. Jenis Kelamin: Wanita cenderung lebih rentan mengalami histeria daripada pria, meskipun histeria dapat terjadi pada siapa saja.

    2. Usia: Meskipun kasus histeria dapat terjadi pada berbagai usia, kondisi ini lebih umum terjadi pada orang muda, terutama di usia 14-24 tahun. Namun, beberapa kasus juga terlihat pada orang dewasa di atas 40 tahun.

    Penting untuk diingat bahwa histeria pada dasarnya adalah kondisi psikologis yang dapat terjadi pada siapa saja, dan bukan sesuatu yang harus dipermalukan atau dianggap aneh. Terlebih lagi, pemahaman kita tentang histeria telah berkembang seiring dengan perkembangan ilmu psikologi.

    Jenis-Jenis Histeria

    1. Gangguan Gejala Somatik: Gangguan ini berkaitan dengan fisik dan dapat berdampak pada kesehatan fisik seseorang. Gejala somatik ini mencakup sesak nafas, nyeri tubuh, kelemahan fisik, dan gangguan lainnya yang tidak memiliki penyebab medis yang jelas. Gejala somatik dapat memengaruhi fungsi tubuh secara signifikan jika tidak segera diatasi.

    2. Gangguan Disosiatif: Pada kondisi ini, seseorang mengalami disosiasi atau perasaan ketiadaan kontinuitas antara identitas, ingatan, tindakan, dan pikiran mereka. Ini bisa mengakibatkan perasaan kebingungan atau perasaan terputus-putus dalam pengalaman hidup mereka. Beberapa jenis gangguan disosiatif meliputi amnesia disosiatif (kehilangan ingatan), gangguan identitas disosiatif (kepribadian ganda), dan gangguan depersonalisasi (perasaan terpisah dari diri sendiri).

    Mengatasi Histeria

    Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami histeria, penting untuk mencari bantuan profesional. Terapi dan konseling dapat membantu seseorang memahami penyebab histeria mereka dan cara mengatasinya. Selain itu, menjaga pola hidup sehat dengan tidur yang cukup, olahraga, dan mengelola stres juga dapat membantu mengurangi risiko histeria.

    Histeria adalah kondisi psikologis yang serius dan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan seseorang jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami gejalanya dan mencari bantuan jika diperlukan. Semoga informasi ini membantu meningkatkan pemahaman Anda tentang histeria dan bagaimana mengatasi kondisi ini. Jangan ragu untuk mencari dukungan dari para profesional kesehatan jika Anda atau seseorang yang Anda cintai mengalami gejala histeria.


    Ditulis oleh: Nurul Hilal Ayyidar, S.Pd., M.Kom, C.H., C.Ht. Prof., C.I.

    Kang Hilal adalah Terapis Holistik Profesional tersertifikasi yang memiliki keahlian dalam Hipnoterapi, NLP, dan Terapi Fisik (Totok Punggung & Syaraf). Beliau fokus memberikan dukungan komplementer untuk penyembuhan mental dan fisik. [Baca Profil Lengkap Kang Hilal &  Disclaimer Medis di sini]

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728