OCD: Contoh-contoh Perilaku Obsessive-Compulsive Disorder - ENHA THERAPY - HIPNOTERAPI KUDUS, PAKAR HIPNOTERAPI, , TOTOK PUNGGUNG, TOTOK PUNGGUNG KUDUS
Konsultasi Gratis

Header Ads

ad728
  • Breaking News

    OCD: Contoh-contoh Perilaku Obsessive-Compulsive Disorder

     


    Pengertian Obsessive-Compulsive Disorder 

    Obsessive-Compulsive Disorder atau yang lebih dikenal dengan sebutan OCD merupakan suatu kondisi mental yang ditandai dengan adanya pikiran atau perasaan yang mengganggu serta dorongan untuk melakukan tindakan tertentu secara berul-ulang. Perilaku OCD umumnya muncul karena adanya rasa ketakutan atau kekhawatiran berlebihan atau obsesi tertentu yang terus-menerus menghantui seseorang.

    Individu yang mengalami OCD akan merasa terjebak dalam lingkaran pikiran dan tindakan yang sulit untuk dihentikan. Mereka cenderung melakukan ritual tertentu seperti mencuci tangan secara berulang, memeriksa pintu atau jendela berkali-kali, atau menghitung barang-barang secara berulang-ulang.

    Prilaku OCD

    Contoh perilaku OCD yang sering terjadi adalah orang yang selalu mencuci tangan secara berlebihan (contohnya lebih dari 50 kali sehari). Mereka merasa takut terkena kuman atau bakteri, sehingga mencuci tangan akan memberikan rasa tenang untuk sementara waktu. Namun, keinginan untuk mencuci tangan akan kembali muncul setelah beberapa waktu, dan hal ini terus berlangsung.

    Selain itu, seseorang dengan OCD juga bisa mengalami obsesi dengan keselamatan dan keamanan contohnya selalu memeriksa lagi dan lagi apakah pintu sudah terkunci dengan rapat. Terkadang mereka memeriksa pintu sebanyak 20-30 kali sehari. Obsesi juga bisa terjadi pada aspek lain seperti kebersihan, keperfectionisan, kebutuhan untuk memerintah atau mempertahankan kontrol yang berlebihan, ketakutan yang berlebihan terhadap kematian, membayangkan hal-hal mengerikan dan sebagainya.

    Seseorang dengan perilaku OCD mungkin merasa kesulitan untuk menjalankan kegiatan sehari-hari atau bekerja secara optimal, karena pikiran dan tindakan yang terus-menerus mengganggu. Kondisi OCD biasanya memerlukan perawatan dari tenaga medis atau psikolog untuk mengatasi gejala dan membantu seseorang untuk dapat berfungsi secara normal.

    Cara Mengatasi OCD

    Ada beberapa cara untuk mengatasi OCD, seperti terapi kognitif atau perilaku yang dapat membantu seseorang menghadapi kekhawatiran dan obsesi mereka. Kebanyakan ahli berpendapat bahwa terapi terbaik untuk OCD adalah terapi perilaku dan kognitif yang dapat membantu seseorang untuk merubah cara mereka berpikir tentang obsesi mereka dan melakukan perubahan pada perilaku mereka.

    Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, olahraga, pernafasan dalam, dan lain-lain, untuk membantu seseorang mengatasi kecemasan dan mengurangi stres.

    Dalam melawan OCD, hal terpenting adalah kesabaran dan kebijaksanaan. Menjadi sabar dalam mengupayakan perubahan positif dan tidak terburu-buru ketika terjadi setback. Mencari dukungan dari orang-orang terdekat dan berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental dapat membantu mengatasi OCD dengan lebih baik.

    Kesimpulan

    Dalam kesimpulannya, OCD bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi dan diatasi, namun terapi dan dukungan yang tepat dapat membantu seseorang untuk mengatasi kondisi ini. Penting untuk tidak menelanjangi gejala OCD dan segera mencari bantuan profesional secepatnya. Dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sosial juga sangat penting dalam perjuangan menghadapi OCD.

    Disusun oleh: Nurul Hilal Ayyidar, S.Pd., M.Kom, C.H., C.Ht. Prof., C.I.

    Kang Hilal adalah Terapis Holistik Profesional tersertifikasi yang memiliki keahlian dalam Hipnoterapi, NLP, dan Terapi Fisik (Totok Punggung & Syaraf). Beliau fokus memberikan dukungan komplementer untuk penyembuhan mental dan fisik. [Baca Profil Lengkap Kang Hilal &  Disclaimer Medis di sini]

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728