OCD: Contoh-contoh Perilaku Obsessive-Compulsive Disorder
Pengertian Obsessive-Compulsive Disorder
Individu yang mengalami OCD akan merasa terjebak dalam
lingkaran pikiran dan tindakan yang sulit untuk dihentikan. Mereka cenderung
melakukan ritual tertentu seperti mencuci tangan secara berulang, memeriksa
pintu atau jendela berkali-kali, atau menghitung barang-barang secara
berulang-ulang.
Prilaku OCD
Contoh perilaku OCD yang sering terjadi adalah orang yang
selalu mencuci tangan secara berlebihan (contohnya lebih dari 50 kali sehari).
Mereka merasa takut terkena kuman atau bakteri, sehingga mencuci tangan akan
memberikan rasa tenang untuk sementara waktu. Namun, keinginan untuk mencuci
tangan akan kembali muncul setelah beberapa waktu, dan hal ini terus
berlangsung.
Selain itu, seseorang dengan OCD juga bisa mengalami obsesi
dengan keselamatan dan keamanan contohnya selalu memeriksa lagi dan lagi apakah
pintu sudah terkunci dengan rapat. Terkadang mereka memeriksa pintu sebanyak
20-30 kali sehari. Obsesi juga bisa terjadi pada aspek lain seperti kebersihan,
keperfectionisan, kebutuhan untuk memerintah atau mempertahankan kontrol yang
berlebihan, ketakutan yang berlebihan terhadap kematian, membayangkan hal-hal
mengerikan dan sebagainya.
Seseorang dengan perilaku OCD mungkin merasa kesulitan untuk
menjalankan kegiatan sehari-hari atau bekerja secara optimal, karena pikiran
dan tindakan yang terus-menerus mengganggu. Kondisi OCD biasanya memerlukan
perawatan dari tenaga medis atau psikolog untuk mengatasi gejala dan membantu
seseorang untuk dapat berfungsi secara normal.
Cara Mengatasi OCD
Ada beberapa cara untuk mengatasi OCD, seperti terapi
kognitif atau perilaku yang dapat membantu seseorang menghadapi kekhawatiran
dan obsesi mereka. Kebanyakan ahli berpendapat bahwa terapi terbaik untuk OCD
adalah terapi perilaku dan kognitif yang dapat membantu seseorang untuk merubah
cara mereka berpikir tentang obsesi mereka dan melakukan perubahan pada
perilaku mereka.
Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, olahraga,
pernafasan dalam, dan lain-lain, untuk membantu seseorang mengatasi kecemasan
dan mengurangi stres.
Dalam melawan OCD, hal terpenting adalah kesabaran dan
kebijaksanaan. Menjadi sabar dalam mengupayakan perubahan positif dan tidak
terburu-buru ketika terjadi setback. Mencari dukungan dari orang-orang terdekat
dan berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental dapat membantu mengatasi OCD
dengan lebih baik.
Kesimpulan
Dalam kesimpulannya, OCD bukanlah hal yang mudah untuk
dihadapi dan diatasi, namun terapi dan dukungan yang tepat dapat membantu
seseorang untuk mengatasi kondisi ini. Penting untuk tidak menelanjangi gejala
OCD dan segera mencari bantuan profesional secepatnya. Dukungan dari keluarga,
teman, dan lingkungan sosial juga sangat penting dalam perjuangan menghadapi
OCD.
Disusun oleh: Nurul Hilal Ayyidar, S.Pd., M.Kom, C.H., C.Ht. Prof., C.I.
Kang Hilal adalah Terapis Holistik Profesional tersertifikasi yang memiliki keahlian dalam Hipnoterapi, NLP, dan Terapi Fisik (Totok Punggung & Syaraf). Beliau fokus memberikan dukungan komplementer untuk penyembuhan mental dan fisik. [Baca Profil Lengkap Kang Hilal & Disclaimer Medis di sini]